Heboh! Petaka Teman Kencan Online Berujung Mutilasi di Kalibata City, Ini Kronologinya

Heboh! Petaka Teman Kencan Online Berujung Mutilasi di Kalibata City, Ini Kronologinya
ilustrasi pembunuhan di Kalibata City

Heboh.com, Jakarta - Kronologi di balik penemuan mayat di apartemen Kalibata City akhirnya terkuak. Seperti yang ramai diberitakan, penemuan mayat di kamar lantai 16 apartemen Kalibata City cukup menggegerkan warga.

Kronologi ini diungkap setelah polisi menangkap dua tersangka kasus pembunuhan dengan mutilasi tersebut. Keduanya adalah sepasang kekasih berinisial DAF (26) dan LAS (27). Hal itu dilakukan kedua pelaku di dalam kamar apartemen Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 9 September 2020.

Dia adalah RHW, karyawan PT Jaya Obayashi. Sebelum ditemukan tewas mengenaskan, RHW sudah dilaporkan hilang ke Polda Metro Jaya pada 12 September 2020. Pria itu sudah tidak terlihat sejak 9 September 2020. RHW merupakan lulusan magister (S2) di Tokyo University of Foreign Studies. KehidupanRinaldi di Jepang sempat terekam dalam video berjudul 'Merantau di Negeri Sakura' yang diunggah IVSTV di Youtube pada 6 Januari 2017.

Dilansir dari republika.co.id,  "Jadi antara korban dan tersangka LAS sudah lama saling mengenal melalui aplikasi Tinder. Mereka sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan korban juga meminta nomor WhatsApp tersangka," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/9).

Nana mengungkapkan, korban dan tersangka LAS pun membuat janji bertemu di sebuah apartemen di wilayah Pasar Baru, Jakarta Pusat pada 7 September 2020. Mereka memesan satu unit kamar di apartemen tersebut untuk jangka waktu mulai tanggal 7-12 September 2020.

Namun, tersangka LAS bersama kekasihnya, yakni DAF telah menyiapkan rencana untuk membunuh korban pada 9 September 2020. Sebab, mereka berniat menguasai harta benda milik korban. "Saat itu, tersangka DAF sudah berada di dalam kamar mandi menunggu kedatangan korban. LAS dan korban sempat berbincang dan berhubungan (intim)," jelas Nana.

Saat sedang melakukan hubungan intim, sambung Nana, tersangka DAF langsung membunuh korban dengan cara memukul kepalanya sebanyak tiga kali menggunakan batu bata yang sudah disiapkan. Selain itu, tersangka juga menusuk korban dengan pisau sebanyak tujuh kali.

Baca Yuk!
Viral! Video Antrean Ambulans Saat Masuk RSD Wisma Atlet, Ini Penjelasannya
Daftar Negara yang Tutup Akses untuk Warga Negara Indonesia karena Covid 19

Melihat korban telah meninggal dunia, pasangan kekasih itu pun memikirkan cara untuk menyingkirkan jasad RHW. Mereka akhirnya memutuskan untuk memutilasi korban dengan menggunakan gergaji dan golok. Tersangka DAF memotong tubuh korban menjadi 11 bagian. Potongan-potongan tubuh korban itu akhirnya dibungkus menggunakan kantong plastik dan ditaruh ke dalam dua koper serta satu tas ransel. 

Selanjutnya, kedua tersangka juga menyewa satu unit kamar di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan untuk menyimpan potongan tubuh korban. Mereka memindahkan koper dan ransel dengan menaiki taksi daring. "Selanjutnya, mereka memindahkan koper yang berisi potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City," ujar Nana.

Kedua tersangka diketahui menguras isi rekening korban senilai Rp 97 juta. Uang itu digunakan tersangka untuk membeli emas dalam berbagai ukuran, satu unit sepeda motor, dan menyewa satu rumah di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Kepada polisi, para tersangka mengaku akan mengubur jasad korban di pekarangan rumah yang mereka sewa itu. Namun, rencana pasangan kekasih itu gagal lantaran polisi sudah lebih dulu menemukan potongan tubuh korban yang disimpan di Apartemen Kalibata City.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 340 Jo Pasal 338 Jo Pasal 365 KUHP. Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.